DEMAM BERDARAH ARENAVIRAL


1. Identifikasi. Demam akut viral, berlangsung selama 7-15 hari. Onset berlangsung secara perlahan dimulai dengan malaise, sakit kepala, sakit “retro orbital “, mata merah dan demam, berkeringat diikuti dengan kelelahan. Mungkin ada petekie dan ekimose diikuti dengan eritema di muka, leher dan dada bagian atas. Enantem dengan petekie pada palatum molle sering terjadi. Infeksi yang berat menyebabkan epistaksis, hematemesis, melena, hematuri dan perdarahan gusi, ensefalopati, tremor dan sering terjadi berkurangnya reflex tendon. Bradikardi dan hipotensi disertai syok/renjatan sering ditemukan, dengan karakteristik adanya lekopeni dan trombositopeni. Albuminuria sering ditemukan disertai adanya silinder seluler dan granuler serta silinder epitel sel yang berlobang di dalam urin. CFR berkisar antara 15-30%. Diagnosis dibuat dengan mengisolasi virus atau ditemukannya antigen dalam darah dan organ dengan pemeriksaan PCR atau serologis dengan IgM ELISA atau deteksi dari neutralizing antibody yang meningkat atau meningkatnya titer ELISA atau IFA. Studi laboratorium untuk isolasi virus dan tes neutralizing antibody” membutuhkan BSL-4 (Biosafety Level – 4) 2. Penyebab Infeksi. Kompleks Tacaribe dari arenavirus : yaitu virus Junin untuk penyakit Demam Berdarah Argentina; virus yang sangat dekat dengan virus Machupo untuk Demam Berdarah Bolivia; virus Guanarito untuk Demam Berdarah Venezuela; virus Sabia untuk Demam Berdarah Brazilia. (virus ini berhubungan dengan demam Lassa dan koriomeningitis Limfositik). 3. Distribusi Penyakit. Demam berdarah Argentina pertama kali ditemukan diantara para pemetik jagung di Argentina pada tahun 1955. Sekitar 200-300 kasus dilaporkan dari daerah endemis di Argentina setiap tahun sebelum dilakukan imunisasi secara luas; Saat ini insidensnya sekitar 100 kasus atau kurang pada tahun-tahun terakhir. Penyakit ini biasanya muncul dari bulan Maret hingga Oktober (musim gugur dan salju). Kejadiannya lebih sering pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan terutama menimpa usia 15-60 tahun. Penyakit yang sama, yaitu Demam Berdarah Bolivia, disebabkan oleh virus yang hampir sama. Terjadi secara sporadis atau muncul sebagai wabah didaerah pedesaan timur laut di Bolovia. Pada bulan Juli –Sept 1994, ada 9 kasus, dengan 7 meninggal. Pada tahun 1989, Terjadi KLB penyakit dengan gejala perdarahan berat di Guanarito, Venezuela. Ada 104 kasus, 24 diantaranya meninggal yang terjadi antara bulan Mei 1990 sampai dengan Maret 1991. Menimpa penduduk pedesaan Guanarito dan daerah sekitarnya. Semenjak itu kasus-kasus yang sama di laporkan secara intermiten, dan Virus ini tetap ditemukan pada tikus. Virus Sabia menyebabkan penyakit yang fatal dengan gejala perdarahan dan terjadi di Brazil pada tahun 1990. Infeksi laboratorium yang terjadi di Brasilia pada tahun 1992 dan di AS diobati dengan Ribavirin. 4. Reservoir Di Argentina, sebagai reservoir untuk virus Junin adalah tikus liar yang hidup di padang rumput (terutama Calomys musculinus) sedangkan di Bolivia, C. callosus adalah sebagai binatang reservoir. Tikus tebu (Zyangodontomys brevicauda) diduga sebagai reservoir Guanarito. Reservoir virus Sabia tidak diketahui, walaupun tikus diperkirakan sebagai tuan rumah. 5. Cara Penularan. Penularan pada manusia terjadi terutama dengan menghirup partikel melayang yang berasal dari kotoran tikus yang mengandung virus, atau yang berasal dari air liur tikus dan tubuh tikus yang terpotong-potong oleh alat-alat pertanian. Virus yang ada di lingkungan sekitar kita bisa menjadi infektif apabila terbentuk partikel melayang yang dihasilkan dari proses kegiatan pertanian masuk kedalam saluran pernafasan atau pencernaan, namun walaupun sangat jarang terjadi penularan virus Machupo dari orang ke orang pernah dilaporan terjadi di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan dan keluarga. 6. Masa Inkubasi : Biasanya antara 7-16 hari. 7. Masa penularan. Jarang terjadi penularan langsung dari orang ke orang, walaupun pernah dilaporkan terjadi pada penyakit Demam Berdarah Bolivia dan Argentina. 8. Kerentanan dan kekebalan. Nampaknya semua usia rentan terhadap penyakit ini, timbul kekebalan tubuh yang bertahan dalam waktu yang tidak diketahui sesudah infeksi. Terjadi juga infeksi subklinis. 9. Cara-cara pemberantasan. A. Tindakan Pencegahan. Pengendalian tikus di rumah telah dilakukan dengan sukses di Bolivia. Di Argentina, kontak dengan manusia biasanya terjadi di ladang dan penyebaran tikus yang begitu luas membuat pengendalian menjadi lebih sulit. Vaksin Junin yang dibuat dari virus yang dilemahkan dan sangat efektif telah digunakan terhadap 150.000 orang lebih di Argentina. Vaksin ini tidak terdaftar di AS. Pada binatang percobaan vaksin ini efektif melawan virus Machupo tapi tidak terhadap virus Guanarito. B. P engawasan penderita, kontak dan lingkungan sekitarnya. 1). Laporan ke instansi kesehatan setempat : Di daerah endemis tertentu; di banyak negara penyakit ini tidak termasuk penyakit yang wajib dilaporkan, dia termasuk kelas 3A (lihat tentang pelaporan penyakit menular). 2). Isolasi : Dilakukan isolasi ketat selama periode demam akut. Melindungi sistem pernapasan mungkin dibutuhkan dilakukan bersama-sama dengan metode perlindungan yang lainnya. 3). Disinfeksi serentak : dilakukan terhadap sputum dan sekret saluran pernapasan, dan barang barang yang terkontaminasi darah penderita. 4). Karantina : tidak dilakukan. 5). Imunisasi kontak : tidak dilakukan. 6). Investigasi kontak dan sumber infeksi : lakukan pengamatan terhadap binatang pengerat, jika memungkinkan lakukan pemberantasan. 7). Pengobatan spesifik : Plasma kebal spesifik diberikan dalam waktu 8 hari saat mulai sakit untuk Demam Berdarah Argentina sedangkan pemberian Ribavirin bermanfaat untuk keempat jenis Demam Berdarah. C. Penanggulangan wabah : Pemberantasan Tikus, pertimbangkan pemberian imunisasi. D. Implikasi Bencana : tidak ada. E. Tindakan internasional : tidak ada. ARTHROPOD-BORNE VIRAL DISEASES (Penyakit Arbovirus) Pendahuluan Banyak jenis arbovirus di ketahui menyebabkan terjadinya infeksi klinis dan subklinis pada manusia. Ada 4 sindroma klinis utama pada penyakit Arbovirus: 1. Penyakit SSP (Susunan Saraf Pusat) yang gejala klinisnya bervariasi mulai dari aseptik meningitis ringan sampai ensefalitis, dengan koma, paralisis dan mati. 2. Demam akut awal yang terjadi sangat singkat, dengan atau tanpa eksantema, ada juga dengan gejala yang lebih serius menyerang SSP atau disertai dengan perdarahan. 3. Demam berdarah, termasuk demam akut dengan perdarahan luas, luar dan dalam, seringkali serius dan berhubungan dengan kebocoran kapiler, syok dan dengan angka kematian yang tinggi, (semuanya mungkin menyebabkan terjadinya kerusakan hati, tetapi kerusakan hati yang terberat terjadi pada demam kuning yang diikuti dengan ikterus yang jelas) 4. Terjadi Polyarthritis dan ruam, dengan atau tanpa demam, dengan lama yang bervariasi, gejalanya bisa ringan atau dengan gejala sisa berupa artralgia yang berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Gambaran klinis tersebut merupakan gejala dasar diagnosa penyakit ini. Sebagian besar dari virus ini memerlukan binatang untuk siklus hidupnya. Manusia tidak begitu penting dalam siklus kehidupan mereka, infeksi pada manusia biasanya terjadi karena kebetulan yaitu pada saat vector serangga menghisap darah manusia. Hanya dalam beberapa kasus diketahui bahwa manusia berperan sebagai sumber utama perkembang biakan virus dan penularan kepada vector, seperti dengue dan demam kuning. Sebagian besar virus ini ditularkan oleh nyamuk, sementara sisanya oleh kutu, lalat pasir atau gigitan sejenis lalat kecil. Infeksi di laboratorium mungkin terjadi, termasuk infeksi melalui udara.
Walaupun penyebabnya berbeda, penyakit-penyakit ini mempunyai ciri-ciri epidemiologis yang sama (perbedaan terutama berhubungan dengan vektornya). Sebagai konsekuensinya, penyakit penyakit tersebut dengan gejala-gejala klinis tertentu di bagi dalam 4 kelompok, yaitu yang ditularkan nyamuk (mosquito-borne), yang ditularkan oleh sejenis lalat (midgeborne), yang ditularkan oleh kutu (tickborne), yang ditularkan lalat pasir (sand fly-borne) dan vector penular yang tidak diketahui. Penyakit-penyakit yang tergolong penting di jelaskan secara tersendiri atau dikelompokkan dalam kelompok penyakit dengan gambaran klinis dan epidemiologis yang sama. Virus-virus yang ada hubungannya dengan penyakit pada manusia tertera dalam tabel berikut serta dijelaskan tentang jenis vektor, ciri-ciri utama penyakit tersebut dan penyebaran geografisnya. Dalam beberapa hal, kasus-kasus penyakit yang diketahui disebabkan oleh virus tertentu jumlahnya terlalu sedikit untuk dapat dikaitkan dengan gejala klinis yang umum. Beberapa jenis virus tertentu hanya dapat menyebabkan penyakit pada infeksi karena terpajan di laboratorium. Virus-virus yang menginfeksi manusia, dimana buktinya hanya didasarkan pada hasil survei serologis tidak dimasukkan ke dalam table ini, kalau dimasukkan maka jumlahnya akan sangat besar. Virus-virus yang dapat menyebabkan penyakit yang akan di jelaskan dalam bab-bab selanjutnya dalam buku ini, diberi tanda bintang di dalam tabel; beberapa virus yang tidak begitu penting atau tidak diteliti dengan baik tidak di bahas di dalam bab buku ini. Lebih dari 100 virus saat ini diklasifikasikan sebagai arbovirus yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Kebanyakan virus-virus ini di klasifikasikan menurut hubungan antigenik, morfologi dan mekanisme replikasinya kedalam famili dan genus, dimana mereka digolongkan kedalam Togaviridae (Alphavirus), Flaviviridae (Flavivirus) dan Bunyaviridae (Bunyavirus, Phlebovirus), adalah contoh klasifikasi yang dikenal dengan baik. Genus ini sebagian sebagai penyebab utama ensefalitis, sedangkan yang lainnya sebagai penyebab utama demam. Alphavirus dan Bunyavirus biasanya ditularkan melalui nyamuk, sedangkan Flavivirus ditularkan melalui nyamuk atau kutu, dan beberapa Flavivirus memiliki vektor yang tidak dikenal, phlebovirus biasanya ditularkan oleh lalat pasir (sand flies), dengan pengecualian demam Rift Valley, yang di tularkan oleh nyamuk. Virus-virus lain dari famili Bunyaviridae dan beberapa grup lainnya menyebabkan demam atau penyakit demam berdarah, dan bisa di tularkan oleh nyamuk, kutu (ticks), lalat pasir (sand flies) atau midges (ngengat).

0 Response to "DEMAM BERDARAH ARENAVIRAL"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel